Tuesday, June 4, 2013

Review Breastpump



Kali ini mau buat semacam review tentang BP alias breast pump walaupun baru beberapa yg di coba.

Avent Manual



    • Harga 600.000 - 650.000 
    • ada keluaran distributor indonesia (dengan stiker) ada yg US (tanpa stiker)
    • suctionnya mantap, gag bikin sakit PD. bantalan silikon juga membuat nyaman.
      untuk LDR gampang dapetnya.kalau ada yg bilang avent ribet dan banyak printilannya itu mah yg belum biasa aja, kalau  sudah biasa gampang kok. IMHO sebenarnya gag banyak juga sih.
      botol tampung asi wideneck jadi gampang kalau membersihkan.kalau mau beli langsung juga ada jadi gag harus pindah2in setelah pumping. isi 4 x 125 harganya 160.000,-


    Mendela Harmony  

    ini BP yg pertama kali di coba waktu baby rain lahir, 
    • harga Rp 485.000,-
    • printilan lebih banyak ini sih dari avent, yg agak riskan bersihkannya itu bagian diagfragmanya riskan sobek.suctionnya nyaman tapi agak ribet karena bagian untuk dapetin LDR dengan PUMP ekspresinya beda. 
    • kalau yg LDR harus tekan tuas pendek yg ada gambar tetesan airnya cepat2.kalau sudah dapat LDR kemudian pindah ke bagian tuas yg panjang.botol tampungnya kaca, jelas recommended, tapi untuk perjalanan dengan kendaraan umum dan jauh lebih baik di ganti botol simpan yg plastik (BPAS free)
    • Spare part relatif murah dan mudah dicari



    Unimom Mezzo



    ini bisa di bilang avent wannabe atau KWnya avent :D
    • harga 250.000,-
    • hampir sama ada bagian bantalan silikonnya untuk memijat PD, tapi kurang nyaman karena ASI suka merembes diantara corong dan silikonnya.
    • Suction mantab, tuas nyaman gag bikin pegel gag gampang slip juga. 
    • gampang DPT LDRnya, spare part agak susah di dapat katanya.o iya plusnya BP ini adalah dia bisa digunakan untuk botol yg wideneck seperti botol milik avent.
      jadi kalau bawa botol simpan asi avent gag masalah dan gag ribet di pindah ke botol lain



    Pigeon Electric Portable 


    agak sedih memikirkan BP yg ini karena bagian motor dan kabelnya hilang, kemungkinan ada yg berniat mencopet tp yg di dapat adalah tas kecil yg isinya motor + kabel BP. masih berharap ketemu sih (semoga... amin...)   
    • harga 750.000,-
    • pertamanya bingung waktu pakainya, katanya elektrik ? kok harus mencet-mencet, terus dijelaskan ternyata BP ini memang semi elektrik,lebih mudah dapat LDR karena tuasnya yg ringanbody botolnya kurang nyaman karena besar (wide neck) dan botol juga menggembung mirip buah pear. 
    • kalau yg sudah biasa dengan mendela atau avent suction BP ini kurang terasa.



    masih pingin nyoba yg elektrik sih semoga nanti ada kesempatan lebih baik.ya selain biar cepet waktu pumpingnya tanggannya jg gag pegel :P   

    tunggu review selanjutnya ya ( ^ __ ^ ) 

    Sunday, May 12, 2013

    Fiuh... baru kali ini ketar ketir dengan si tahi lalat ditelinga. iya gimana tidak.
    sudah 2 hari ini mulai terasa sakit dan nyeri setelah konsul dan googling yg ketemu adalah kemungkinan melanoma alias kanker kulit o_O
    ok, kita bahas dulu tentang tahi lalat.

    Tahi Lalat
    Tahi lalat atau yang bahasa medisnya nevus pigmentosus  adalah tumor jinak pada kulit yang paling umum dijumpai pada manusia. Kebanyakan tahi lalat adalah bawaan lahir, tetapi ada juga yang baru muncul setelah lahir. Sebagian besar tahi lalat muncul selama 20 tahun pertama kehidupan, meskipun ada juga yang terus berkembang hingga usia 40-an. Namun, biasanya sebagian tahi lalat menghilang seiring bertambahnya usia.

    Ciri khas tumor jinak ini adalah warnanya yang gelap, sebagian mempunyai ukuran yang menetap, namun sebagian lain terus membesar sehingga mengkhawatirkan si pemiliknya. Umumnya perkembangan ukuran ini dipicu oleh adanya kontak dengan sinar matahari.
    Tahi lalat timbul akibat terkena sinar matahari secara terbuka sehingga berdampak pada meningkatnya pigmen melanin menjadi berlebih. Orang kulit putih misalnya, lebih rentan terkena melanoma bila dibandingkan orang Asia atau Afrika. Demikian pula paparan ultra violet matahari yang bersifat kronik kumulatif akan meningkatkan risiko terjadinya masalah ini.

    Tanda Awal Kanker Kulit
    Tahi lalat secara umum tidak berbahaya, dan biasanya hanya menimbulkan keluhan kosmetis, meski dapat pula berubah menjadi kanker  Tahi lalat yang datar umumnya bersifat jinak, tapi bisa juga berubah menjadi ganas. Untuk tahi lalat yang berupa benjolan, atau tumor dalam bahasa kedokteran, bisa digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu jinak, bakal kanker (pra kanker), dan ganas. Tahi lalat dapat berubah semakin besar, terasa gatal, dan akhirnya menjadi kanker kulit yang sangat ganas.

    Tanda-tanda tahi lalat yang berubah menjadi ganas (melanoma maligna), yaitu bila muncul rasa gatal atau nyeri, perubahan warna menjadi lebih gelap, ukurannya membesar, melebar tidak teratur, permukaan menjadi tidak rata, sering diganggu (dikorek atau digaruk), gampang berdarah, menjadi luka dan koreng yang tidak sembuh-sembuh.

    Tahi lalat yang masuk dalam kategori berbahaya yaitu jika ukurannya terus membesar hingga memiliki diameter lebih dari 6 milimeter. Masalah tahi lalat bukan hanya masalah di permukaan kulit, tapi masalah di dalam lapisan bawah kulit, sehingga jarang sekali tahi lalat dapat ditangani dengan pengobatan tradisional. Tahi lalat yang berisiko kanker harus ditangani segera sebelum mengalami metastatis atau penyebaran ke bagian tubuh lainnya.

    Itulah mengapa sangat penting untuk mendeteksi  perubahan tahi lalat menjadi melanoma sejak awal, ketika angka kesembuhan dengan operasi hampir 100%. Melanoma dapat muncul di manapun pada tubuh, namun paling sering ditemukan di punggung, pantat, kaki, kulit kepala, leher, dan di belakang telinga.

    Waspadai Melanoma
    Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling serius, terjadi pada sel yang menghasilkan pigmen melanin yang memberikan warna pada kulit. Melanoma dapat juga terjadi di mata dan organ internal, seperti saluran pencernaan, meskipun jarang terjadi. Penyebab pasti melanoma tidak jelas, tetapi radiasi sinar ultraviolet (UV) dapat meningkatkan risiko terkena melanoma. Faktor lainnya adalah genetik yang mungkin juga memainkan peran.
    Tahi lalat yang tidak wajar dapat mengindikasikan melanoma. Ciri-cirinya adalah bentuk yang tidak beraturan, batas yang tidak beraturan yang merupakan karakteristik dari melanoma, perubahan warna pada tahi lalat, dan diameter lebih besar dari 6 milimeter. Selain itu, pada tahi lalat melanoma dapat muncul tanda dan gejala baru, seperti rasa gatal atau pendarahan. Bila terjadi perubahan pada tahi lalat Anda seperti ciri-ciri yang disebutkan di atas, segera periksakan ke dokter.

    Diagnosa dan Pencegahan
    Segeralah mengunjungi dokter kulit jika Anda menemukan tahi lalat dengan ciri yang mengindikasikan melanoma. Dokter Anda mungkin akan meminta informasi tentang perkembangan tahi lalat Anda serta riwayat keluarga, untuk menilai risiko yang Anda miliki. Risiko melanoma meningkat bila Anda memiliki keluarga yang juga terkena penyakit tersebut.

    Umumnya dokter akan memeriksa dan menggunakan aturan ABCDE untuk menilai tahi lalat, yaitu:
    Asymmetry: simetris berarti baik dan sebaliknya
    Border : bila tahi lalat berbatas tegas berarti baik
    Color : bila terdapat banyak warna patut dicurigai
    Diameter: ukuran yang disepakati adalah 0,6 cm (6 mm). Bila lebih besar dari 0,6 cm (6 mm) bukan tanda yang baik
    Elevation/enlargement: meninggi dari permukaan kulit berarti bukan hal yang baik

    Di samping itu juga perlu waspada apabila memiliki jumlah tahi lalat yang banyak. Satu hal yang perlu Anda perlu ketahui adalah bahwa tahi lalat berambut bukan tanda ke arah kanker. Umumnya bila terdapat kecurigaan, dokter akan melakukan biopsi dan bila positif, terapi terbaik adalah dengan pengangkatan tahi lalat (tindakan bedah).

    Okay...semoga bukan ke arah melanoma ya (amin tapi tetap prepare for the unexpected) karena harus menunggu bulan depan baru bs berkonsultasi dengan SpB ( ^ ___ ^ )
    GOD's Will